Teknologi Informasi dan Komunikasi Sokong Kemajuan Dunia Pendidikan Hingga Iklim Usaha.

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Krisantus Kurniawan mengatakan menggunakan internet dengan segala fasilitasnya akan memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi yang secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa bagi keberhasilan dalam belajar. Hal tersebut sangat memungkinkan karena internet merupakan jaringan informasi terbesar yang memuat banyak data dan pengetahuan. Dengan menggunakan internet seseorang dapat melakukan banyak hal.

“Internet juga mempermudah para pelajar untuk mencari referensi kajian, hanya dengan mengetikkan kata kunci maka siswa akan langsung mendapatkan informasi yang sesuai dengan kata kunci literatur tersebut,” kata Krisantus.

Pemanfaatan teknologi Internet yang sedang marak dilakukan saat ini adalah sistem pendidikan jarak jauh. Metode ini dapat ditemukan di sejumlah universitas yang menyediakan program kuliah online, memungkinkan mahasiswanya untuk melaksakan kuliah tanpa harus hadir ke universitas tersebut. “Kita juga dapat mengakses modul pembelajaran dari jarak yang jauh tanpa khawatir dimanapun kita berada. Internet juga memiliki peran penting untuk para pelajar dalam mencari beasiswa,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, hadir Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat, Yuliandre Darwis mengungkapkan Pandemi Covid-19 berdampak pada keberlangsungan dunia usaha yang berujung pada terganggunya hubungan kerja antara pekerja dan perusahaan.

Kondisi ini mengakibatkan sebagian perusahaan mengalami penurunan pendapatan, kerugian, hingga penutupan usaha. Tak heran, di masa pandemi faktanya banyak pekerja di-PHK, dirumahkan sebelum berakhir. Merajuk hasil penelitian dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan sekitar 29 juta warga Indonesia mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada masa Covid-19.

“Dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia dilihat dari sisi pekerja, pengusaha dan usaha mandiri. Dari sisi pekerja, terjadinya gelombang PHK tenaga kerja dan penurunan pendapatan sebagai akibat terganggunya kegiatan usaha pada sebagian besar sektor,” ungkap Yuliandre saat menjadi pemateri dalam diskusi berbasis daring yang diselenggarakan oleh BADAN Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan tema “Pemanfaatan TIK oleh Masyarakat sebagai Media Edukasi dan Bisnis” di Jakarta, Senin (22/3).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa, Andre ini mengungkapkan fakta hari ini menunjukan bahwa pergeseran perilaku masyarakat yang lebih banyak memanfaatkan digital di masa pandemi sangat terasa. Para pelaku bisnis mau tidak mau harus beradaptasi dengan perilaku konsumen, yakni memanfaatkan media online untuk mengembangkan usahanya.

Kenaikan jumlah pelanggan yang berbentuk PT atau CV, kata Andre, dengan rata-rata sebesar 38.3 persen dibandingkan tahun lalu, Bahkan di bulan Februari naik 120 persen dibandingkan Februari 2019 lalu. “Hal ini membuktikan banyak orang atau perbisnis aware membangun bisnis online dibandingkan tahun 2019,” tuturnya.

Yuliandre yang juga salah satu tokoh komunikasi ini merasakan bedasarkan hasil riset dari Good News From Indonesia/Startup Ranking 2020 mengungkapkan Indonesia menjadi suatu negara yang memiliki jumlah startup terbanyak di dunia dengan total 2.195 perusahaan rintisan. Andre menegaskan jelas rasanya perkembangan usaha baru ini membantu peningkatan perekonomian di Indonesia.

“Status startup sebagai ‘unicorn’ sudah diraih oleh keempat startup Indonesia yang tentunya sudah tidak asing lagi, yakni Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak yang semuanya berdiri atas ide kreasi anak dalam negeri,” pungkas Andre.